5 Manfaat Menerapkan Prinsip Sustainability dalam Bisnis
Sustainability atau keberlanjutan semakin menjadi perhatian dalam dunia bisnis.
Perusahaan tidak lagi hanya dituntut untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga perlu mempertimbangkan bagaimana aktivitas bisnisnya berdampak terhadap lingkungan, karyawan, masyarakat, dan keberlangsungan perusahaan itu sendiri.
Namun, sustainability bukan berarti perusahaan harus langsung melakukan program besar atau mengeluarkan investasi yang sangat mahal.
Banyak langkah dapat dimulai dari perubahan sederhana dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Lalu, apa saja manfaat menerapkan prinsip sustainability dalam bisnis?
1. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Salah satu manfaat sustainability yang sering kali langsung dirasakan perusahaan adalah efisiensi.
Mengurangi penggunaan energi, air, bahan baku, maupun sumber daya lainnya dapat membantu perusahaan mengurangi pemborosan.
Contohnya:
- mengurangi konsumsi listrik;
- menggunakan peralatan yang lebih hemat energi;
- mengurangi penggunaan kertas;
- mengoptimalkan penggunaan bahan baku;
- mengurangi limbah produksi; dan
- memperbaiki proses kerja yang tidak efisien.
Menariknya, upaya tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan.
Penggunaan sumber daya yang lebih efisien juga dapat membantu perusahaan mengendalikan biaya operasional.
Dengan demikian, sustainability dapat menjadi bagian dari strategi efisiensi bisnis.
2. Membantu Mengurangi Risiko Bisnis
Setiap bisnis memiliki risiko.
Risiko tersebut dapat berasal dari perubahan regulasi, gangguan rantai pasok, kenaikan biaya energi, masalah lingkungan, kecelakaan kerja, hingga perubahan ekspektasi pelanggan.
Prinsip sustainability mendorong perusahaan untuk melihat risiko tersebut dalam perspektif jangka panjang.
Misalnya, perusahaan yang sangat bergantung pada satu sumber bahan baku perlu mempertimbangkan kemungkinan gangguan pasokan.
Begitu juga perusahaan yang menggunakan energi dalam jumlah besar perlu mempertimbangkan bagaimana perubahan biaya energi dapat memengaruhi operasional.
Dengan memahami berbagai risiko tersebut lebih awal, perusahaan dapat mempersiapkan langkah pengendalian yang lebih baik.
3. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan dan Mitra
Saat ini, pelanggan dan mitra bisnis tidak hanya melihat produk atau harga.
Cara perusahaan menjalankan bisnis juga dapat menjadi pertimbangan.
Bagaimana perusahaan memperlakukan karyawan?
Bagaimana perusahaan mengelola limbah?
Apakah perusahaan memperhatikan keselamatan kerja?
Apakah perusahaan menjalankan bisnis dengan etis dan bertanggung jawab?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin relevan dalam hubungan bisnis.
Komitmen terhadap sustainability yang didukung oleh tindakan nyata dapat membantu perusahaan membangun kepercayaan dan reputasi yang lebih baik.
Namun, perusahaan juga perlu berhati-hati agar tidak sekadar membuat klaim keberlanjutan tanpa bukti atau tindakan yang jelas.
4. Membuka Peluang Bisnis Baru
Perubahan menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan juga menciptakan berbagai peluang.
Kebutuhan terhadap produk dan layanan yang lebih ramah lingkungan terus berkembang.
Hal ini dapat membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan:
- produk yang lebih efisien;
- teknologi hemat energi;
- energi terbarukan;
- pengelolaan limbah;
- produk dengan material yang lebih berkelanjutan;
- solusi ekonomi sirkular; dan
- berbagai layanan yang mendukung transformasi bisnis berkelanjutan.
Perusahaan yang mampu memahami perubahan kebutuhan pasar lebih awal dapat memiliki kesempatan untuk menciptakan produk atau layanan baru.
Dengan kata lain, sustainability tidak hanya berkaitan dengan mengurangi dampak negatif, tetapi juga dapat menjadi sumber inovasi.
5. Mempersiapkan Bisnis untuk Jangka Panjang
Bisnis tidak dibangun hanya untuk bertahan satu atau dua tahun.
Perusahaan tentu ingin terus berkembang dalam jangka panjang.
Namun, dunia bisnis terus berubah.
Baca juga:
Mengenal Carbon Footprint dan Mengapa Perusahaan Perlu Memperhatikannya
ISO 45001: Mengapa Keselamatan Kerja Penting bagi Perusahaan?
Perubahan iklim, teknologi, regulasi, kebutuhan konsumen, kondisi ekonomi, dan berbagai faktor lainnya dapat memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis.
Prinsip sustainability membantu perusahaan melihat lebih jauh daripada sekadar target jangka pendek.
Perusahaan didorong untuk mempertimbangkan:
“Apakah cara kita menjalankan bisnis hari ini masih relevan dan dapat dipertahankan di masa depan?”
Pertanyaan tersebut dapat membantu perusahaan menjadi lebih adaptif terhadap perubahan.
Sustainability Tidak Harus Dimulai dari Hal Besar
Salah satu kesalahpahaman mengenai sustainability adalah anggapan bahwa perusahaan harus memiliki program besar terlebih dahulu.
Padahal, perusahaan dapat memulainya dari hal sederhana.
Misalnya:
Mulai dari energi
Mengurangi penggunaan listrik yang tidak diperlukan dan meningkatkan efisiensi peralatan.
Mulai dari limbah
Mengurangi pemborosan dan memperbaiki pengelolaan limbah.
Mulai dari karyawan
Meningkatkan keselamatan kerja, kesejahteraan, dan pengembangan kompetensi.
Mulai dari proses bisnis
Mengidentifikasi proses yang boros sumber daya dan mencari cara yang lebih efisien.
Mulai dari tata kelola
Meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan penerapan etika bisnis.
Langkah-langkah kecil tersebut dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan perusahaan.
Apa Hubungan Sustainability dengan ESG?
Sustainability memiliki hubungan yang erat dengan ESG (Environmental, Social, and Governance).
ESG membagi perhatian perusahaan ke dalam tiga aspek utama:
Environmental — bagaimana perusahaan mengelola dampaknya terhadap lingkungan.
Social — bagaimana perusahaan memperhatikan karyawan, pelanggan, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.
Governance — bagaimana perusahaan memastikan bisnis dijalankan dengan tata kelola, etika, transparansi, dan akuntabilitas yang baik.
Ketiga aspek tersebut dapat membantu perusahaan menerjemahkan prinsip sustainability ke dalam area yang lebih konkret.
Apakah ISO Bisa Mendukung Sustainability?
Penerapan berbagai standar ISO juga dapat membantu perusahaan membangun sistem yang mendukung prinsip keberlanjutan.
Contohnya:
- ISO 14001 untuk sistem manajemen lingkungan;
- ISO 45001 untuk keselamatan dan kesehatan kerja;
- ISO 50001 untuk sistem manajemen energi;
- ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu;
- ISO/IEC 27001 untuk keamanan informasi; dan
- ISO 37001 untuk sistem manajemen anti penyuapan.
Standar-standar tersebut memiliki fokus yang berbeda, tetapi dapat saling mendukung dalam membangun organisasi yang lebih terstruktur dan bertanggung jawab.
Sustainability Bukan Sekadar Menjaga Lingkungan
Sustainability sering kali hanya dikaitkan dengan penghijauan atau pengurangan sampah.
Padahal, konsepnya jauh lebih luas.
Perusahaan yang berkelanjutan perlu memikirkan bagaimana bisnis dapat terus menciptakan nilai dengan memperhatikan lingkungan, manusia, tata kelola, serta keberlangsungan ekonomi.
Karena itu, sustainability sebaiknya tidak ditempatkan hanya sebagai program tambahan.
Jika memungkinkan, prinsip tersebut perlu mulai menjadi bagian dari cara perusahaan mengambil keputusan dan menjalankan kegiatan bisnis.
Kesimpulan
Menerapkan prinsip sustainability dapat memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan.
Mulai dari meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, membangun kepercayaan, membuka peluang bisnis baru, hingga mempersiapkan perusahaan menghadapi masa depan.
Yang terpenting, sustainability tidak harus dimulai dengan perubahan besar.
Perusahaan dapat memulai dari hal-hal yang paling relevan dengan aktivitasnya, kemudian mengukur hasilnya dan melakukan perbaikan secara bertahap.
Bisnis yang berkelanjutan bukan hanya bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan hari ini, tetapi bisnis yang mampu menciptakan nilai dan tetap relevan untuk masa depan.
Tertarik dengan Sertifikasi ISO?
Kami siap membantu proses sertifikasi perusahaan Anda.
Hubungi KamiKomentar (0)
Belum ada komentar. Jadikan yang pertama!
