Apa Itu Environmental dalam ESG?

07 Sep 2026 NACERT
Apa Itu Environmental dalam ESG?

Ketika membahas ESG (Environmental, Social, and Governance), salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah Environmental atau lingkungan.

Aspek Environmental melihat bagaimana aktivitas perusahaan memberikan dampak terhadap lingkungan serta bagaimana perusahaan mengelola dan mengurangi dampak tersebut.

Sederhananya, perusahaan tidak hanya perlu memikirkan berapa banyak produk yang dapat dihasilkan, tetapi juga perlu mempertimbangkan berapa besar sumber daya yang digunakan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Apa yang Dimaksud Environmental dalam ESG?

Environmental merupakan aspek ESG yang berkaitan dengan hubungan perusahaan dengan lingkungan.

Hal yang diperhatikan dapat berbeda-beda tergantung pada jenis dan aktivitas perusahaan.

Beberapa di antaranya meliputi:

  • penggunaan energi;
  • emisi gas rumah kaca;
  • penggunaan air;
  • pengelolaan limbah;
  • penggunaan bahan baku dan sumber daya alam;
  • pencemaran lingkungan;
  • perlindungan keanekaragaman hayati; dan
  • upaya menghadapi perubahan iklim.

Tidak semua perusahaan memiliki dampak lingkungan yang sama.

Perusahaan manufaktur mungkin memiliki perhatian besar terhadap emisi, energi, air, dan limbah produksi. Sementara perusahaan perkantoran mungkin lebih banyak berkaitan dengan konsumsi listrik, penggunaan kertas, transportasi, dan pengelolaan sampah.

Karena itu, aspek Environmental sebaiknya disesuaikan dengan konteks dan aktivitas masing-masing perusahaan.

Mengapa Environmental Penting bagi Perusahaan?

Lingkungan merupakan bagian dari ekosistem tempat perusahaan menjalankan bisnis.

Jika sumber daya semakin terbatas atau kondisi lingkungan semakin tidak stabil, perusahaan juga dapat terkena dampaknya.

Misalnya, perubahan kondisi iklim dapat memengaruhi ketersediaan bahan baku, rantai pasok, biaya energi, hingga operasional perusahaan.

Dengan memperhatikan aspek Environmental, perusahaan dapat lebih memahami dampak dan risiko lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan bisnisnya.

1. Mengurangi Dampak terhadap Lingkungan

Salah satu tujuan utama perhatian terhadap aspek Environmental adalah mengurangi dampak negatif dari kegiatan perusahaan.

Perusahaan dapat mulai dengan melihat aktivitas yang menghasilkan dampak lingkungan terbesar.

Contohnya:

  • mengurangi penggunaan energi;
  • mengurangi limbah;
  • meningkatkan efisiensi penggunaan air;
  • mengurangi penggunaan bahan yang tidak diperlukan; atau
  • mencari alternatif proses yang menghasilkan dampak lebih rendah.

Tidak harus langsung melakukan perubahan besar.

Perusahaan dapat memulai dari aktivitas yang paling mudah dikendalikan dan memiliki dampak yang cukup signifikan.

2. Meningkatkan Efisiensi Sumber Daya

Menjaga lingkungan tidak selalu berarti menambah biaya.

Dalam banyak kondisi, penggunaan sumber daya yang lebih efisien juga dapat membantu perusahaan menghemat biaya.

Contohnya adalah mengurangi konsumsi listrik.

Jika perusahaan dapat menggunakan energi secara lebih efisien, perusahaan bukan hanya mengurangi penggunaan sumber daya, tetapi juga dapat mengurangi biaya operasional.

Hal yang sama dapat berlaku pada penggunaan air, bahan baku, bahan kemasan, maupun sumber daya lainnya.

3. Membantu Mengelola Risiko

Aspek lingkungan juga berkaitan dengan risiko bisnis.

Perubahan regulasi, perubahan harga energi, keterbatasan sumber daya, bencana alam, hingga gangguan rantai pasok dapat memberikan dampak terhadap perusahaan.

Dengan memahami risiko lingkungan sejak awal, perusahaan dapat mempersiapkan langkah yang lebih baik untuk menghadapinya.

Pendekatan ini membuat Environmental bukan sekadar kegiatan “ramah lingkungan”, tetapi juga menjadi bagian dari manajemen risiko perusahaan.

4. Meningkatkan Kepercayaan Stakeholder

Pelanggan, investor, mitra bisnis, karyawan, dan masyarakat semakin memperhatikan bagaimana perusahaan menjalankan aktivitasnya.

Perusahaan yang memiliki perhatian terhadap dampak lingkungan dapat membangun citra sebagai organisasi yang lebih bertanggung jawab.

Namun, perusahaan juga perlu memastikan bahwa klaim mengenai kepedulian lingkungan didukung oleh tindakan dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jangan sampai perusahaan hanya terlihat ramah lingkungan dalam promosi, tetapi tidak memiliki perubahan nyata dalam operasionalnya.

5. Mendukung Bisnis yang Lebih Berkelanjutan

Pengelolaan aspek Environmental merupakan salah satu bagian dari upaya membangun bisnis yang berkelanjutan.

Perusahaan perlu memikirkan bagaimana bisnis dapat terus berkembang tanpa menggunakan sumber daya secara berlebihan atau menghasilkan dampak lingkungan yang tidak terkendali.

Dengan begitu, pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab terhadap lingkungan dapat berjalan secara lebih seimbang.

Apa Saja Contoh Environmental dalam Perusahaan?

Penerapan aspek Environmental dapat terlihat dalam berbagai aktivitas sederhana.

Pengelolaan Energi

Perusahaan dapat mengevaluasi penggunaan listrik dan bahan bakar serta mencari peluang untuk meningkatkan efisiensi energi.

Pengelolaan Limbah

Limbah dapat dikelola dengan lebih baik melalui pengurangan, pemilahan, penggunaan kembali, atau metode pengelolaan lainnya yang sesuai.

Penggunaan Air

Perusahaan yang menggunakan air dalam jumlah besar dapat mengevaluasi konsumsi dan mencari cara untuk mengurangi pemborosan.

Pengelolaan Emisi

Perusahaan dapat mulai memahami sumber emisi dari aktivitas bisnisnya dan mencari peluang untuk mengurangi emisi tersebut.

Penggunaan Bahan dan Kemasan

Perusahaan dapat mengevaluasi penggunaan bahan baku dan kemasan agar lebih efisien serta mengurangi material yang tidak diperlukan.

Transportasi

Penggunaan kendaraan operasional dan perjalanan bisnis juga dapat menjadi bagian yang perlu diperhatikan, terutama bagi perusahaan dengan aktivitas transportasi yang tinggi.

Apakah Environmental Hanya untuk Perusahaan Industri?

Tidak.

Semua perusahaan memiliki hubungan dengan lingkungan, meskipun tingkat dampaknya berbeda.

Perusahaan jasa, misalnya, mungkin tidak menghasilkan limbah produksi dalam jumlah besar. Namun, tetap menggunakan listrik, air, perangkat elektronik, transportasi, dan berbagai sumber daya lainnya.

Karena itu, setiap perusahaan dapat menentukan aspek Environmental yang paling relevan dengan kegiatan operasionalnya.

Yang penting bukan seberapa besar program lingkungan yang dibuat, tetapi apakah perusahaan memahami dampak lingkungan yang paling relevan dengan bisnisnya dan berusaha mengelolanya dengan baik.

Apa Hubungan Environmental dengan ISO 14001?

Salah satu standar ISO yang memiliki hubungan erat dengan aspek Environmental adalah ISO 14001.

ISO 14001 merupakan standar internasional untuk Sistem Manajemen Lingkungan.

Standar ini membantu organisasi mengelola aspek lingkungan secara lebih sistematis, termasuk memahami dampak lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas organisasi, menentukan pengendalian yang sesuai, melakukan evaluasi, dan mendorong perbaikan berkelanjutan.

Dengan demikian, penerapan ISO 14001 dapat menjadi salah satu pendekatan yang membantu perusahaan memperkuat pengelolaan aspek Environmental dalam kegiatan bisnisnya.

Namun, memiliki sertifikasi ISO 14001 bukan berarti perusahaan otomatis terbebas dari seluruh dampak lingkungan.

Yang lebih penting adalah bagaimana sistem tersebut benar-benar diterapkan dan terus diperbaiki.

Bagaimana Perusahaan Memulai?

Perusahaan tidak perlu langsung membuat program ESG yang kompleks.

Langkah pertama dapat dimulai dengan pertanyaan sederhana:

“Aktivitas apa dalam perusahaan yang memberikan dampak terbesar terhadap lingkungan?”

Setelah mengetahuinya, perusahaan dapat:

  1. Mengidentifikasi aspek lingkungan yang relevan.
  2. Menentukan dampak dan risiko yang mungkin muncul.
  3. Menentukan prioritas.
  4. Menetapkan target yang realistis.
  5. Melakukan tindakan perbaikan.
  6. Mengukur dan mengevaluasi hasilnya.
  7. Melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, Environmental dapat menjadi bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari, bukan hanya program tambahan.

Environmental Bukan Sekadar “Go Green”

Sering kali aspek Environmental hanya dipahami sebagai menanam pohon atau mengurangi penggunaan plastik.

Padahal, cakupannya jauh lebih luas.

Environmental juga berkaitan dengan bagaimana perusahaan menggunakan energi, air, bahan baku, dan sumber daya lainnya, bagaimana perusahaan mengelola limbah dan emisi, serta bagaimana perusahaan menghadapi risiko lingkungan yang dapat memengaruhi bisnis.

Dengan pemahaman yang lebih luas, perusahaan dapat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi bisnis jangka panjang.

Kesimpulan

Environmental merupakan salah satu dari tiga pilar utama ESG yang berfokus pada bagaimana perusahaan mengelola dampak aktivitas bisnisnya terhadap lingkungan.

Aspek ini mencakup berbagai hal, mulai dari energi, emisi, air, limbah, penggunaan sumber daya, hingga risiko yang berkaitan dengan perubahan lingkungan.

Penerapan Environmental tidak harus dimulai dengan program besar.

Perusahaan dapat memulainya dengan memahami dampak aktivitas bisnis, menentukan prioritas, melakukan perbaikan, kemudian mengukur hasilnya secara konsisten.

Karena pada akhirnya, perusahaan yang memperhatikan lingkungan bukan hanya membantu menjaga keberlanjutan bumi, tetapi juga sedang mempersiapkan bisnisnya untuk menghadapi masa depan.

Tertarik dengan Sertifikasi ISO?

Kami siap membantu proses sertifikasi perusahaan Anda.

Hubungi Kami

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadikan yang pertama!

Tulis Komentar

Copyright by NACERT - National Certification Center. All rights reserved 2026.