MBG dan SPPG: Mengapa Standar Keamanan Pangan Sangat Penting?

27 Aug 2026 NACERT
MBG dan SPPG: Mengapa Standar Keamanan Pangan Sangat Penting?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang melibatkan penyediaan dan distribusi makanan dalam jumlah besar kepada masyarakat. Di balik setiap makanan yang dibagikan, terdapat proses panjang mulai dari pemilihan bahan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi.

Proses tersebut perlu dilakukan dengan baik agar makanan yang diberikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

Di sinilah peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi sangat penting.

Apa Itu SPPG?

SPPG merupakan unit yang menjalankan pelayanan pemenuhan gizi dalam pelaksanaan program MBG.

Dalam operasionalnya, SPPG menangani berbagai kegiatan yang berkaitan dengan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, persiapan, pengolahan, penyimpanan, pemorsian, hingga distribusi makanan.

Karena berhubungan langsung dengan pangan, pengelolaan SPPG membutuhkan sistem keamanan pangan dan higiene yang baik.

Badan Gizi Nasional (BGN) sendiri menegaskan bahwa SPPG harus memenuhi standar higiene dan sanitasi serta menerapkan pengendalian keamanan pangan. Pada 2026, BGN juga kembali menegaskan bahwa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan persyaratan penting bagi SPPG.

Mengapa Keamanan Pangan Penting dalam MBG?

Makanan yang diproduksi dalam jumlah besar memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan produksi makanan untuk kebutuhan rumah tangga.

Kesalahan dalam satu tahapan dapat berpengaruh terhadap banyak makanan sekaligus.

Karena itu, keamanan pangan perlu diperhatikan sejak:

  • pemilihan dan penerimaan bahan baku;
  • penyimpanan bahan makanan;
  • proses persiapan dan memasak;
  • kebersihan peralatan dan lingkungan;
  • penyimpanan makanan;
  • pemorsian; hingga
  • pengiriman dan penyajian.

BGN juga menetapkan pengendalian keamanan pangan di sepanjang rantai pasok MBG, termasuk pengadaan bahan, penyimpanan, pengolahan, pemorsian, pengangkutan, hingga penerimaan makanan oleh penerima manfaat.

Lalu, Apa Hubungannya dengan ISO?

Salah satu standar ISO yang sangat relevan dengan kegiatan SPPG adalah ISO 22000.

ISO 22000 merupakan standar internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Standar ini membantu organisasi yang bergerak dalam rantai pangan membangun sistem untuk mengidentifikasi, mengendalikan, dan mengurangi risiko keamanan pangan.

Dalam konteks SPPG, prinsip-prinsip tersebut relevan karena kegiatan dapur melibatkan banyak tahapan yang berpotensi menimbulkan risiko keamanan pangan.

Dengan sistem yang baik, proses pengelolaan makanan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan konsisten.

Apakah Semua SPPG Wajib Memiliki ISO 22000?

Tidak selalu.

Hal ini penting untuk dipahami agar tidak terjadi kesalahpahaman.

ISO 22000 adalah standar sistem manajemen keamanan pangan yang dapat digunakan untuk memperkuat pengelolaan keamanan pangan, tetapi tidak sama dengan persyaratan operasional SPPG seperti SLHS atau ketentuan khusus yang ditetapkan BGN.

Pedoman BGN mengenai sertifikasi keamanan pangan SPPG sendiri mencakup pemenuhan persyaratan dasar seperti SLHS serta penerapan prinsip pengendalian keamanan pangan, dengan HACCP sebagai salah satu pendekatan sertifikasi lanjutan.

Dengan demikian, kebutuhan sertifikasi ISO 22000 perlu dilihat berdasarkan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku bagi masing-masing SPPG atau organisasi yang terlibat.

Apa Manfaat ISO 22000 bagi SPPG?

Jika diterapkan dengan tepat, ISO 22000 dapat membantu membangun sistem keamanan pangan yang lebih terstruktur.

Beberapa manfaatnya antara lain:

1. Membantu Mengendalikan Risiko Pangan

Potensi bahaya pada makanan dapat berasal dari berbagai sumber. Sistem keamanan pangan membantu organisasi mengenali dan mengendalikan risiko tersebut.

2. Membuat Proses Lebih Terstruktur

Setiap tahapan pengelolaan makanan dapat memiliki prosedur dan pengendalian yang lebih jelas.

3. Meningkatkan Konsistensi

Pengelolaan pangan tidak hanya mengandalkan kebiasaan atau pengalaman pekerja, tetapi didukung oleh sistem yang lebih terstruktur.

4. Meningkatkan Kepercayaan

Sistem keamanan pangan yang baik dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas dan keamanan makanan yang diberikan.

5. Mendukung Perbaikan Berkelanjutan

Sistem manajemen mendorong organisasi untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki proses apabila ditemukan masalah atau peluang peningkatan.

ISO 22000 Bukan Satu-Satunya Hal yang Penting

Penerapan ISO tidak menggantikan persyaratan pemerintah.

Untuk SPPG, berbagai ketentuan mengenai higiene, sanitasi, keamanan pangan, fasilitas, SDM, dan operasional tetap harus dipenuhi sesuai regulasi dan pedoman yang berlaku.

Dengan kata lain, ISO 22000 dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem keamanan pangan yang lebih kuat, sementara SPPG tetap harus memenuhi ketentuan resmi yang ditetapkan oleh pemerintah dan BGN.

Kesimpulan

Pelaksanaan MBG membutuhkan sistem pengelolaan pangan yang baik karena makanan diproduksi dan didistribusikan dalam skala besar.

SPPG memiliki peran penting dalam memastikan makanan dikelola dengan memperhatikan aspek kebersihan, sanitasi, keamanan, kualitas, dan proses distribusi.

Salah satu standar ISO yang relevan dengan kebutuhan tersebut adalah ISO 22000 – Sistem Manajemen Keamanan Pangan.

Namun, ISO 22000 perlu dipahami sebagai standar sistem manajemen, bukan sebagai pengganti persyaratan khusus SPPG. Pemenuhan ketentuan BGN dan regulasi terkait tetap menjadi bagian utama dalam penyelenggaraan MBG.

Pada akhirnya, tujuan dari semua standar tersebut sama: memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tetap aman, berkualitas, dan dikelola dengan sistem yang baik.

Tertarik dengan Sertifikasi ISO?

Kami siap membantu proses sertifikasi perusahaan Anda.

Hubungi Kami

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadikan yang pertama!

Tulis Komentar

Copyright by NACERT - National Certification Center. All rights reserved 2026.